Berkumpul setiap Malam Minggu terakhir di:
Griya Surya Pringsari No. 49, Kel. Pringsari, Kec. Pringapus, Kab. Semarang. (Secara tentative berkemungkinan berpindah lokasi yang akan diinformasikan melalui poster atau leaflet digital pada akun media sosial majlis gugurgunung)
‘Hasta Janma’ – lanjutan tulisan sebelumnya.
JANMA MITRA : Adalah manusia yang memiliki kegembiraan dalam hal mengumpulkan dan menggandengkan satu dengan yang lain. Janma Mitra ini seolah-olah menugaskan dirinya untuk senantiasa membangun dan membuat metode meminimalisir dan mengangantisipasi potensi konflik, membangun harmonisasi, membuat kegiatan seni pertunjukan, merintis kebudayaan-kebudayaan yang konstruktif dan tepat sasaran. Janma Mitra lebih lintas batas, ia bisa hadir […]
HASTA JANMA / 8 JENIS MANUSIA & JAJAH DESO MILANG KORI
Untuk membangun ketahanan sosio kultural pada semua lapisan desa baik yang luas maupun yang tidak. Masyarakat menggunakan “OS” : hasta janma, yakni “Operating System” yang berisi 8 pilar ketahanan sosial budaya masyarakat. Tidak setiap padusunan ada 8 jenis manusia ini maka perlu interaksi antar dusun untuk bisa menemukan 8 pilar ini pada tingkat Kalurahan. 8 pilar ini juga penjaga […]
CATURANGGA
Di sini akan membahas permainan yang sudah sangat terkenal di dunia. Di Indonesia disebut “Catur”, ada juga yang menyebutnya “Sekak” . Dalam bahasa Inggris dinamai “Chess”. Catur diciptakan pada era kawi yang sudah sangat lama menjadi permainan dan metode menebarkan nilai. Catur lengkapnya bernama ‘Caturangga’ artinya badan empat atau 4 badan. Penamaan itu punya dasar […]
Tatanan Desa Turun Temurun II
Masih melanjutkan pijakan dalam mendampingi pertumbuhan di tingkat keluarga dan antar keluarga. Bab yang kemarin sudah dibahas tentang pendampingan kepada anak usia tunggal, Konsep Tunggal. Kini berlanjut ke Konsep Kawelasan. Konsep KAWELASAN Yakni untuk fase usia 11 – 19 tahun. Di usia ini anak sudah menemukan keluarga yang lebih besar. Yakni pertemuannya dengan kombinasi keluarga lain […]
Tatanan Desa Turun Temurun
Pada pembahasan sebelumnya kita bahas tentang Desa yang beratutan dengan Paradise dan Firdaus. Kini kita mulai untuk memahami kondisi Desa yang sejak awal jaman dibangun hingga untuk diterapkan pada akhir jaman. Perubahan Desa secara fisik pasti terjadi, namun konsep utama desa atau kawasan sebisa mungkin tetap dipertahankan sebagai bagian dari memperjuangkan Sunatullah. Kenapa demikian? Sebab […]
PERCAKAPAN JABANG BAYI KEPADA DIRI
Pemantik : Naskah Teater Singkat / Monolog PERCAKAPAN JABANG BAYI KEPADA DIRI Ada sedikit cerita tentang percakapan antara manusia dari lahir hingga tua dengan Jabang bayinya. Ketika seorang manusia tersebut terlahirkan di dunia dan menjadi bayi maka dia berkata kepada Janinnya. Dialog Jabang Merah kepada Jabang Bayi. Jabang Merah : “Bersyukurlah kita yang telah […]
Desa – Paradesa – Paradise
Bodean – Ungaran, 7 Syawal 1438 H – 01 Juli 2017 Sebagai awal rangkaian tulisan tentang desa, maka ‘Desa’ adalah tema yang sangat tepat menurut saya untuk dikupas dan diurai. Namun sebelumnya saya mohon maaf jika atas keterbatasan pengetahuan, tema tentang desa yang saya ingin ajukan ini merujuk pada konsep Desa dalam khazanah leluhur Jawa. […]
TIRAKAT IV : FITRAH
TIRAKAT IV : FITRAH Setiap insan dihadirkan ke dunia dalam keadaan kudus dan fitri. Bayi adalah perwujudan cahaya, senyumnya menyenangkan, tidurnya mengundang cinta kasih, tangisnya menghibakan, ketidakberdayannya melatihkan daya tahan. Segalanya menjadi positif, tercahayai. Bayi itu tunduk pasrah, tenaganya mungil dan segala ungkapan-ungkapannya diwakilkan lewat tangisan, tapi semua orang menyayangi. Tangisannya itu seakan tidak sedang […]
TIRAKAT III : BHARATAYUDHA
TIRAKAT III : BHARATAYUDHA Disebut Pandawa adalah karena anak turun Pandu, sedangkan untuk Kurawa adalah karena anak turun Kurupati. Namun jauh sebelum Kurupati atau Destarata, tersebut pula seorang raja yang sangat berbudi pekerti luhur yang rela mengorbankan dirinya. Dialah Sang Kuru adalah raja yang kemudian menurunkan baik Pandawa maupun Kurawa. Maka yang disebut sebagai Pandawa […]
TIRAKAT II : PANDU ATAU KURU
TIRAKAT II : PANDU ATAU KURU Sebab makanan hanyalah kendaraan untuk menghantarkan cahaya, ia hanya semacam kemasan. Yang terutama di konsumsi bukan wadagnya, bukan kemasannya. Yang dinikmati adalah benih-benih cahaya di dalamnya. Benih ini dipersyarati keberadaaanya pada jenis makanan khusus yakni yang didapatkan dengan cara yang baik, benar, indah. Kenikmatan makanan itu akan terbawa dengan […]





















