TRESNO WONG TUO

Majelis Masyarakat Maiyah: MAJLIS GUGURGUNUNG

27 April 2019 – 20.00 WIB

” TRESNO WONG TUO”

Aula Madrasah Dinniyah BABURROHMAN – Situs Watu Lembu – Lemahbang RT. 05 RW. 05 Karangjati, Bergas – Kab. Semarang.

 

SENGKUD

Di tahun 2019 ini majlis Gugurgunung melangkah dengan pola “ancang-ancang”, dimana sedikit menarik mundur langkah ke belakang untuk melompat pada jangka yang ingin digapai. Jangka yang ingin digapai itu adalah menyatakan atau memperagakan secara riil hidup dalam semangat gotong-royong atau gugur-gunung sebagai pondasi bebrayan dan mbangun adab.

Di awal bulan di tahun 2019 ini majlis Gugurgunung mengangkat tema Sengkud, yang secara bahasa artinya adalah segera, srempeng, sregep, cekat-ceket, cekatan.

Memang hanya satu kata, tapi jika dilakukan maka tak cukup satu dua buku untuk mencatat langkah Sengkud.

Mari merapatkan lingkaran, menyeduh rindu dan mengemas kepulan irama dalam anyaman tikar pandan gugur-gunung.

Tancep Kayon Majlis Gugurgunung 2018
“Laku Kasantikan”

Laku perjalanan setahun selama 2018 Majlis gugurgunung dengan niat langkah memperkaya kecantikan. Laku Kasantikan.

Sedikit remind, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sejak awal tahun 2018, Majlis gugurgununung bersama sama merumuskan tema besar sebagai “kurikulum” sinau bareng yaitu “Laku Kasantikan”.

Kasantikan, Santika, masih seakar kata dengan Santi, Saint, Santoso, Susanto, Santa, Sinter, dan sebagainya, yang mengandung arti membawa sifat rohani yang tenang, suci.

Peradaban manusia umumnya merindukan keindahan rohani yang bersifat universal. Keindahan yang merupakan miliknya Allah yang dititipkan di bawah alam sadar agar senantiasa merindukan keindahan universal tersebut. Keindahan yang pada titik tertentu, hanya dapat diungkapkan dengan bahasa universal pula, bahasa yang justru tidak bisa diaksarakan, yaitu tangis, sedih, bungah, haru, dan sebagainya.

Beberapa hal di atas tersebut menjadi pijakan bagi keluarga Gugurgunung untuk mengangkat sub sub tema pada tiap bulannya untuk disinauni bareng-bareng, diantaranya,

– Malikinnas Ilahinnas

– Sinau Mulat

– Sambung Rohso

– Manajemen Bhinneka Tunggal Ika

– Dolanan ing Njaba

– Mencari Dewan Sepuh

– Paseban Muharram

– Nyuwun Jawah

– Sholawat Munajat Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Sebuah rangkaian laku keluwarga gugurgunung selama satu tahun, dengan  kesadaran utama yang ingin dibangun adalah “Eling lan Wadpodo” bahwa kemurnian, kesucian hanya milik Allah. Sehingga diri kita yang tidak murni ini, mau terus mengakurasi laku lampah menuju kemurnian.

Sudah masuk Bulan Desember. Sebagaimana tradisi Majlis gugurgunung, pada akhir tahun ini akan dilaksanakan “Tancep Kayon”. Sebuah kesadaran tentang kapan sebaiknya berhenti, dan kapan atau bagaimana sebaiknya untuk memulai kembali.

Perhelatan sederhana, biasa saja, tidak ada hiburan, tapi berusaha meletakkan sebagai peristiwa silaturahmi nan istimewa, luar biasa, saling menghibur dan terhibur demi mengenal kecantikan bebrayan secara lahir dan bathin.

Semoga kebahagiaan senampan nasi menjadi penuh makna dan merambah hamparan nikmat tak terhingga karena disantap bersama dalam perasaan sukacita dan gemah ripah bungah sumringah serta ternaungi berkahNya. Aamiin

Sumonggo bagi sedulur semua, selamat datang dan ijinkan kami bergandengan hati kepada Anda semua.