THERAPY ZAMATERA DAN UNTUK MASYARAKAT

Malam itu, tepatnya tanggal 14 Mei 2018 diadakan sebuah kegiatan sosial berupa pengobatan massal di Madrasah Hidayatul Mubtadi’in di dusun Bodean, Ungaran Kab. Semarang. Semenjak ba’da Maghrib, di sebuah sudut ruangan telah diramaikan oleh masyarakat Bodean. Pria, wanita mulai dari dewasa hingga usia lanjut yang menunggu digelarnya acara, bahkan anak-anak yang turut meramaikan dengan bermain-main di pelataran gedung madrasah ini.

Kegiatan ini merupakan persembahan Karangtaruna Dusun Bodean sebagai upaya berbakti kepada lingkungan menjelang Bulan Ramadhan. Persiapan yang sudah cukup matang dari para pemuda Karangtaruna Bodean yang diketuai oleh Mas Rifki ini disambut baik oleh masyarakat dan Zamatera sehingga kegiatan ini dapat berjalan. Terapi ini diadakan secara gratis untuk masyarakat atas kerelaan Master Zaen beserta kedua murid beliau yakni Mas Arif dan Mas Oki. Tidak hanya mereka bertiga yang hadir dari Salatiga utuk ikut menemani kegiatan ini, ialah istri Master Zaen, Bu Zaeni yang juga dengan gembira ikut membersamai acara ini. Zamatera ialah singkatan dari Zaeni Manipulation Therapeutic atau biasa disebut Rumah Terapi Zamatera yang berpusat di Salatiga.

Pencetus Zamatera yakni Master Zaen langsung yang merelakan hadir memberikan terapi tanpa memungut biaya sedikitpun yang biasanya bekisar antara Rp. 500.000,- per orang untuk sekitar 15 menit terapi. Tarif tersebut adalah tarif minimal yang ditetapkan oleh Asosiasi Zamatera Internasional kepada Master Zain. Sedangkan untuk terapi yang dilakukan oleh murid-murid Master Zaen sekali terapi minimal Rp. 250.000,- . Proses yang dilalui Master Zaen sehingga mendapat predikat master sudah dimulai sejak puluhan tahun silam hingga kemudian munculah satu teknik yang dirumuskan sendiri oleh Mas Zaen berdasar pengalaman, pengamatan, dan ilham yang beliau terima. Zamatera berdiri secara resmi pada tahun 2016 dan saat ini sudah dianggotai oleh warga lintas negara. Selain Indonesia, juga praktisi Zamatera yang ada di Qatar, Turki, Malaysia, yang menggunakan teknik temuan Master Zaen ini.

 

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, usai dibuka oleh pembawa acara dari remaja dan dilanjutkan dengan sambutan oleh pengurus warga setempat. Kemudian tiba giliran Master Zaen yang sedikit memberikan teori-teori tentang kesehatan tubuh, imunisasi, vaksinasi, dimana menurut beliau hendaknya tidak seketika sakit langsung ke dokter atau langsung membeli obat. Sebab sistem kekebalan tubuh mampu merespon berbagai macam penyakit, selain menghemat biaya juga tidak baik ketika tubuh dikondisikan selalu bergantung dengan obat. Sekitar 30 menit dengan sangat apik beliau mempresentasikan beberapa teori tentang kesehatan yang juga disambut baik oleh masyarakat, dimana ditandai dengan adanya komunikasi dua belah pihak. Tanya jawab dan berdiskusi interaktif menjadi akhir pemaparan Mas Zaen untuk kemudian memasuki sesi berikutnya yakni pemberian terapi.

Pada sesi ini Mas Zaen memberikan waktu kepada dua muridnya yang juga sudah mumpuni untuk menangani beberapa masalah kesehatan ringan sementara Mas Zaen hanya menangani beberapa kasus yang dinilai cukup berat saja. Meskipun diluar ruangan sambil ngobrol santai, beralas tikar beliau bersedia pula untuk menangani beberapa kasus yang ringan seperti kepala tengeng dan migrain.

Antusias masyarakat cukup tinggi, hingga jumlah pasien yang pada awalnya dibatasi sepuluh orang menjadi lebih dari dua puluh orang. Sedikit testimoni diambil videonya untuk dapat dipresentasikan di malam minggu terakhir, juga di gedung yang sama dalam kegiatan pertemuan rutin maiyahan Majlis gugurgunung yang insyaallah nanti juga akan dihadiri oleh Master Zaen.

Kegiatan terapi terus berlanjut hingga pukul 23.00 WIB. Keringat mulai bercucuran di muka murid Master Zaen yang nampaknya mulai kelelahan. Hingga pasien terakhir yakni seorang wanita yang mengalami masalah gangguan haid, nyeri perut serta kaki yang panjang sebelah mungkin sekitar 1-2cm. Untuk kali ini Master Zein sendiri yang turun tangan. Beberapa penonton juga turut melihat aksi beliau, hingga memang nampak efek pada kaki yang tadinya nampak panjang sebelah menjadi sama panjang. Selain Mas Zaen memberikan terapi di lokasi, juga memfollow up beberapa pasien yang sekiranya perlu diikuti perkembangannya supaya terapi lebih berjalan maksimal.

Dirasa cukup, pasien pun telah selesai ditangani semua, lalu diakhiri dengan foto bersama. Master Zaen harus segera berpamitan pulang untuk beristirahat sebab esok pagi beliau harus terbang memenuhi undangan di Kuala Lumpur, Malaysia. Meskipun dengan jadwal yang sangat padat namun masih menyediakan waktunya pada malam itu. Alangkah indahnya jalinan yang tersulam malam itu. Semua pihak saling bersinergi dengan serasi dan indah. Sekian reportase kali ini, semoga bermanfaat.

 

 

AH-MGG

 

QURBAN

Berkurban untuk kesehatan
Ini bukan artikel kesehatan karena kesehatan yang dimaksud di sini bukan jenis kesehatan yang dibahas dalam umumnya dunia medis. Kebutuhan protein manusia salah satunya didapatkan dari daging. Protein memiliki fungsi memperkuat sistem metabolisme tubuh. Dengan sistem yang tubuh yang bekerja baik, prima, dan penuh energi, akan memungkinkan seseorang melakukan aktifitas secara optimal baik dalam urusan kebaikan maupun ketidakbaikan. Baik untuk urusan yang menyehatkan lingkungan maupun untuk urusan yang menyehatkan diri sendiri.Continue reading

Sikap Majlis Gugurgunung

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Majlis Gugurgunung merupakan salah satu simpul resmi Maiyah. Meskipun Maiyah bukan bentuk padatan sebuah organisasi, baik ORMAS maupun ORSOSPOL atau apapun sebutannya.

Maiyah memang bukan organisasi melainkan organisme. Oleh sebab itu posisi Majlis Gugurgunung harus jelas secara mekanisme terlibat dalam gerak organisme tersebut. Bagi pandangan Gugurgunung, Maiyah merupakan organisme yang besar dan berkembang secara natural, memiliki keterhubungan yang baik antara satu dengan yang lain bukan karena jabatan politis atau posisi formal lainnya. Dengan dasar organisme pula, maka Majlis Gugurgunung menjunjung sikap untuk terintegrasi dan senyampang dengan koordinasi resmi yang disepakati secara organisme dengan tetap berpatokan pada pijakan segitigacinta.

Mengamati fenomena belakangan ini ada kecenderungan yang membuat wadyabala gugurgunung merasa bingung menentukan sikap. Oleh sebab itu ini ada rekomendasi untuk bersikap :

  1. Anjuran apapun yang berkaitan dengan sikap, ideologi, penyebaran informasi, dlsb, Gugurgunung sebagai salah satu simpul Maiyah memiliki etos ketaatan untuk melaksanakannya jika resmi merupakan perintah dari Imam Maiyah
  1. Jika ada pihak lain diluar Maiyah, yang ingin mengajak Gugurgunung untuk ikut menyebarkan ideologinya berupa apapun (meski sedekat apapun hubungan pihak tersebut dengan person-person Maiyah) maka dengan tanpa mengurangi rasa hormat, Gugurgunung bersikap pasif dan tidak ingin melibatkan diri.

 

  1. Gugurgunung sangat menaruh simpati, apresiasi, terhadap gerakan apapun yang punya cita-cita yang sama, dan siap bekerjasama jika telah terjadi hubungan kesepahaman yang jelas dan terikat secara indah. Hubungan komunikasi dengan jalur WA atau pesan Jalur Pribadi adalah pesan yang mewakili pribadi dan bukan mewakili antar organisasi. Sehingga tidak bisa menggerakkan dan mempengaruhi kebijakan majlis secara organisasi. Komunikasi akan lebih dihormati jika terlebih dahulu berdiskusi dan bermuwajahah, hal ini agar jelas posisi dan pengenalan masing-masing secara adil.

 

  1. Gugurgunung sebagai simpul Maiyah hanya bermakmum kepada Imam Maiyah. Perintah, anjuran, himbauan, nasehat, jika semuanya berasal dari sang Imam maka menjadi Hak bagi Gugurgunung untuk bermakmum dan mengindahkannya. Ini adalah sikap baku untuk mempertahankan integritas dan terkoordinasi.

 

  1. Majlis Gugurgunung menimbang bahwa sebuah sikap tanpa koordinasi resmi merupakan kebijakan yang abu-abu yang _meski tidak mendo’akan_ namun bisa menimbulkan kesimpang-siuran masal dan menambah potensi polemik wacana hingga konflik intra maupun intern dengan tidak ada satupun pihak yang diketahui bisa ditunjuk sebagai yang paling bertanggungjawab.

 

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Demikian sikap Majlis Gugurgunung
Ungaran, 24 Juli 2017

Jajah Deso Milangkori

NAWATARA

Jajah Deso Milangkori adalah kegiatan yang memiliki banyak fungsi. Jajah artinya menjelajah, Deso adalah kawasan, Milang artinya memilah, menyibak, menyeleksi, Kori dari kata Kor dengan imbuhan -i. ‘Kor’ artinya telur Tumo(kutu rambut) yang biasa ikut nangkring di kepala. Jadi, ‘jajah deso milang kori’adalah kegiatan penjelajahan dari satu kawasan ke kawasan berikutnya untuk memunguti “kor kor (telur-telur tumo)” untuk diletakkan pada tempat yang semestinya dan tidak mengganggu keseimbangan. Pilihan kata ‘Kor’ sebagai perumpamaan bukan tanpa alasan, Kor yang merupakan telur kecil dan tersembunyi ini perlu ketelatenan dan ketelitian dalam menyibak dan menelusurinya.Continue reading