Berkumpul setiap Malam Minggu terakhir di:


Griya Surya Pringsari No. 49, Kel. Pringsari, Kec. Pringapus, Kab. Semarang.
(Secara tentative berkemungkinan berpindah lokasi yang akan diinformasikan melalui poster atau leaflet digital pada akun media sosial majlis gugurgunung)

Ikuti akun media sosial kami

Facebooktwitteryoutubetumblrinstagram

MBANGUN PARADESA

Mengabarkan kegiatan pertanian kulawarga gugurgunung dalam menyemarakkan dunia pertanian. Kegiatan ini mengusung semangat desa purwa yang setahap demi setahap makin terkumpul dan terhimpun masyarakat dengan rasa kamanungsan yang utuh.

Omah – Ombo lan Mahanani

Rumah adalah lambang paling gamblang sebagai tempat kembali. Maka bagaimana membangun suasana tempat kembali yang baik, benar, dan indah.   Dengan rumah, seseorang akan mendapat ketenangan, ketenteraman, dan mengerti keluasan dan support masing-masing.   Omah diharapkan ombo lan mahanani, luas dan serba ada. Bukan semata ditengarai oleh rumah yang luas dan ketersediaan fasilitas yang lengkap. Sebab rumah […]

Continue reading

Sejarah Tandur lan Wangsa – Harmoni & Survival

Suasana malam minggu di bulan Apit ini tampaknya memberi impak pada perjalanan beberapa jemaah untuk melingkar tepat waktu. Sepanjang jalan dari arah Semarang bawah terdapat banyak perhelatan penduduk dan bahkan beberapa titik digelar Pakeliran Wayang Kulit. Namun, meskin demikian, peserta tetap relatif hadir tepat waktu. Sebagaimana biasa, Sinau Bareng Gugurgunung di awali dengan lambaran tawashul. […]

Continue reading

Sejarah Tandur lan Wangsa –

Ada satu cara melihat peradaban yang tidak dimulai dari perang, raja, atau teknologi—melainkan dari sesuatu yang lebih sunyi: seteguk air.     Maka disampaikanlah kabar dari Allah kepada Nabi Adam AlaihisSalam melalui Malaikat Jibril : “Minumlah air ini, ini adalah air tawar yang halal bagimu. Janganlah engkau mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, dan janganlah engkau menghalalkan apa yang telah Allah haramkan”  […]

Continue reading

SASI TEMBANG WULAN TEMBUNG – Fitrah Makna & Tugu Kata

Sejuk menyelimuti malam. Hening yang seolah memuat banyak makna, penuh oleh kemungkinan-kemungkinan yang belum terucap. Tepat pada malam Minggu, 28 Maret 2026, Rutinan Sinau Bareng Majlis Gugurgunung kembali digelar. Bertempat di Griya Surya Pringsari No.49, Pringapus, Kabupaten Semarang—ruang sederhana yang malam itu menjadi tempat berlabuhnya rasa dan makna.   Mengangkat Tema “Sasi Tembang Wulan Tembung” dengan tagline: “Fitrah Makna, Tugu Kata.” Sebuah tema yang berkaitan dengan bulan syawal yang banyak […]

Continue reading

SASI TEMBANG WULAN TEMBUNG – Fitrah Makna & Tugu Kata

Di suatu kedalaman yang tak selalu terjangkau oleh kata, manusia pernah mengenal sebuah cara mendengar yang tidak bersandar pada suara. Ia tidak membaca, tidak menafsir, tidak pula merangkai makna—ia langsung memahami. Di sana, antara Sang Pencipta dan ciptaan, tidak ada jarak yang harus dijembatani oleh bahasa. Yang ada hanyalah kehadiran yang utuh, dan pemahaman yang lahir tanpa […]

Continue reading

IRIGASI 8 ASNAF – Gerak Pulang Hati Petani

Sinau Bareng dimulai pada pukul 20.39 WIB. Acara dibuka dengan do’a yang dipimpin oleh Mas Agus, diikuti pembacaan tawashshul oleh Pak Tri. Namun sesungguhnya, yang dibuka malam itu bukan sekadar sebuah acara. Yang dibuka adalah ruang kesadaran, ruang di mana manusia belajar kembali mendengar dirinya sendiri.                            Sinau […]

Continue reading

Irigasi 8 Asnaf – Gerak Pulang Hati Petani

Tema kali ini menyoroti delapan bilah masyarakat yang berhak atas zakat. Kita coba menelaah lebih dalam makna 8 asnaf ini. Bagaimana 8 asnaf ini dalam kosmologi tani Nusantara—masyarakat yang menumbuhkan bulir padi dengan gotong royong hidup, dan menjadikannya penopang kehidupan sosial.  Zakat, yang secara sejarah pun tumbuh dalam masyarakat agraris-perdagangan di Mekkah dan Madinah, lahir dari ekosistem produksi yang riil—tanah, ternak, niaga, dan […]

Continue reading

BEJANA DENGAR
udzunun(w) wa’iyyah

Sepasang telinga yang baik tidak diukur dari ketajamannya menangkap bunyi, melainkan dari kelapangannya menampung kebaikan. Namun kebaikan bukanlah sesuatu yang tunggal. Ia hadir dalam banyak wajah: ada kebaikan yang menenangkan, ada yang menantang; ada yang terasa benar menurut selera, ada pula yang benar meski terasa berat. Bahkan di dalam diri manusia sendiri, kebaikan sering kali berlapis dan saling bersaing.    

Continue reading

JANNATUL TA’LIM

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menciptakan manusia dari tanah, meniupkan ruh dari sisi-Nya, lalu menurunkannya bukan untuk tersesat, tapi untuk berjuang menemukan kembali jalan pulang. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, guru seluruh guru, yang mengajarkan bahwa perjalanan manusia di bumi bukan untuk mengangkat dirinya, tetapi untuk diangkat oleh Allah.  Setiap zaman memiliki jalannya. Setiap manusia memiliki ujian, dan […]

Continue reading

Paradesa Adinirwana
Kupas 7 Perangan Diri

Paradesa Adi Nirwana bukan sekadar gambaran tentang suatu tempat, melainkan keadaan sebuah peradaban asal yang penuh dengan suasana kesadaran Eling, Waspodo, dan Bungah — dimana manusia pertama ditata, ditatah, dan dituntun untuk mengenali dirinya. Di sanalah Adam, manusia cahaya yang dibentuk dari sari tanah bumi, menjalani fase pertama kesadarannya: kesadaran batin murni. Belum dibebani oleh beban lahir, belum terlerai oleh gelombang syahwat […]

Continue reading