DZIKIR

DZIKIR Makin hari makin manusia tetap akan memilih mekanisme yang Tuhan sudah tetapkan sebagai hukumNya. Jaman ke jaman mungkin asyik memperkaya dan memutakhirkan terus tekhnologi kebohongan, muslihat, tipu daya. Hingga seakan-akan puncak hukum yang diketahui secara umum adalah yang seperti itu. Kebudayaan jujur hanya terletak di pinggiran atau di etalase peradaban. Bahkan ada yang telah […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA GELAP TERANG

MAWAS DIRI PADA GELAP TERANG Ada panas ada dingin : panas mengembangkan, dingin membekukan. Ada terang ada gelap : terang menguakkan, gelap meyembunyikan, ada keras ada lunak : keras untuk menegaskan, lunak untuk kasih sayang. Ada laki-laki ada perempuan : laki-laki ibarat wajah (yang ternyatakan) bertemu keramaian dengan membawa kehormatan, perempuan ibarat aurat (yang tersimpan […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA MALAM

MAWAS DIRI PADA MALAM Malam memberikan keterbatasan penglihatan namun, meluaskan pandangan. Menyebarkan cakrawala ilmu dan membentangkan langit-langit pengetahuan yang digelantungi bintang-bintang pemahaman dan dirembulani pancaran cahaya nasehat, wasiat, dan fatwa. Pada waktu datangnya malam, bolehlah kita melewatkannya karena tertidur. Namun berarti sekaligus ketinggalan menyimak petuah malam yang disampaikan di waktu yang sengaja memilih kesunyian sebagai […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA PETANG

MAWAS DIRI PADA PETANG Sore memungkasi diri dan peran pengawal waktu berikutnya diambil alih oleh petang. Petang diserap dari kata ‘peteng’ yang artinya gelap. Belum malam bukan lagi sore namun sudah gelap. Inilah awal waktu perpindahan dari siang menuju malam, dari terang menuju gelap. Kondisi perpindahan ini dianjurkan untuk berada di rumah, memagari hidup. Rumah […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA SORE

MAWAS DIRI PADA SORE Mereduplah hari yang benderang menuju keteduhan. Sikap sikap yang membumbung mulai mereda dan berubah menjadi sikap sikap penuh harap. Pada jam-jam ini banyak yang sudah lelah, ada yang mengalah, ada yang menyerah, ada yang berserah. Pada sore manusia diingatkan lagi kepada kesungguhan memahami makna keindahan. Yakni keindahan yang dibawa dengan ketenangan, […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA SIANG

MAWAS DIRI PADA SIANG Ketika benderang mengungkap aneka benda dan munculah selaksa warna, sianglah menjadi petugas utamanya. Siang menganjurkan pandangan luas dan penuh keanekaan. Seiring dengan banyak yang terungkap semakin banyak pula pihak (yang terbiasa menggelapkan) merasa dirugikan. Pergesekan kutub gelap dan terang pun terhampar sebagai tema utama. Pergesekan yang menimbulkan panas, membuat orang menjadi […]

Continue reading

MAWAS DIRI PADA PAGI

MAWAS DIRI PADA PAGI Pagi tidak bosan mengajarkan kebeningan. Kembali menyuguhkan kesejukan dan kesegaran. Ia ibarat sebuah bayi yang suci. Pada kedatangannya tidak banyak makhluk melakukan perbuatan maksiat, hampir semuanya bermanfaat. Orang bangun mencuci muka, menyucikan diri, menjalankan peribadatan, menyapu halaman, menuju sawah, mempersiapkan diri pada hari yang memerlukan kesiapan. Pagi mengantar dengan begitu indah […]

Continue reading

ISLAM

ISLAM Islam adalah berserah diri, damai, pasrah, menghamba. Berbicara Islam adalah berbicara kesemestaan, di dalam Islam tersusun kumpulan prilaku-prilaku Silmi. Dimana Silmi adalah prilaku yang berkarakter menebarkan Salam. Menebarkan salam ialah memastikan kehadirannya tidak mengganggu oranglain, tidak mengusik, tidak mencederai, menjamin dirinya tidak akan mengganggu martabat, harta, dan darah pihak lain. Penebar salam memastikan keselamatan […]

Continue reading

SYAHID JIHAD

SYAHID JIHAD Syahid, seakar kata dengan syahadah; Bersaksi dari sejak dilahirkan hingga dimatikan. Berperang mempertahankan kesaksian tidak mudah, ia butuh perjuangan. Siapa saja yg berjuang mempertahankan kesaksiannya adalah seorang Mujahid, ketika mati dengan kondisi istiqomah berjuang menjunjung kesaksian ia mati syahid dlm jihad. Ia dihitung terus berperang dimanapun tempatnya, sebab musuh utama adalah dirinya sendiri […]

Continue reading

ARAB

ARAB Oleh sebab itu jangan dikira Tuhanku hanya akan mengakui seseorang sebagai hambanya dengan syarat bisa berbahasa Arab atau tidak, fasih atau tidak, dlsb. Tuhanku lah yang menciptakan segala bangsa dan bahasa, yang membuatnya bersuku-suku dan berbeda-beda.

Continue reading

Tancep Kayon Majlis Gugurgunung 2017 – Serat Pamomongan

Buku Desa Purwa

Kembang Gunung

Radio Stream

More Info

Mukadimah

More Info

Reportase

More Info

Berkumpul setiap Malam Minggu terakhir di: Art Cafe – Balongsari – Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

Follow Us

Facebooktwittertumblr

Sharing

Facebooktwittertumblr