Posted in reportase.

MASYARAKAT LEBAH ME-MADU
– Guyub Khas Keluarga –



Majlis gugurgunung di akhir bulan Juni lalu kembali menggelar rutinan. Waktu perhelatan seperti biasanya yakni malam minggu terakhir pada tanggal 29 Juni 2019 dengan tema “Masyarakat Lebah me-Madu”. Gintungan, Ungaran Kab. Semarang dipilih untuk menjadi lokasi perhelatan. Merupakan sebuah tempat yang baru pertama kali digunakan sebagai rutinitas Majlis gugurgunung. Tepatnya di pelataran kompleks Mushola Al Mazroah yang berdampingan dengan gedung Madrasah yang diampu oleh Mas Shobirin.

Segala persiapan mulai dari gelaran tikar, sound system, serta MMT sudah terpampang di tempat yang semestinya. Ruang transit, tempat parkir hingga kamar mandi pun tak luput dari perhatian masing-masing personal yang nggugurgunungi segala proses persiapan, termasuk dari tuan rumah sendiri yakni Mas Shobirin sekeluarga yang lilo serta legowo menyediakan tempat beserta kelengkapannya. Pembagian tugas baik yang berada di lokasi kegiatan, maupun di titik kumpul awal yakni kediaman Mas Agus alhamdulillah berjalan dengan baik. Memang hajatan ini hampir sama seperti biasa, semuanya berusaha untuk mengambil peran dalam hal membantu persiapan teknis maupun non teknis.

Tepat pukul 20.00, sementara Tim masih terbagi menjadi dua. Yakni di titik kumpul di kediaman Mas Agus serta di lokasi. Beberapa jamaah sudah mulai berdatangan satu demi satu. Mas Shobirin mengawali dengan sholawatan dan rebana oleh anak-anak asuhannya. Bahkan ditawarkan pula pada salah seorang jamaah yang bisa terbang-an untuk turut serta. Meskipun tanpa koordinasi, jamaah tersebut langsung bisa mengikuti irama alunan terbang yang menjadi pengiring sholawat.

Malam ini, selain dari warga gugurgunung sendiri, nampak sedulur-sedulur dari luar kota pun turut merapat di lereng gunung Ungaran ini. Seperti Semarang, Demak, Solo, Jepara, Slawi, Jogja, kendal, dll. Waktu kisaran pukul 20.45 Mas Kasno sebagai moderator membuka acara seperti biasa yakni diawali dengan doa wasilah oleh Mas Azam dan Mas Tyo dengan munajat maiyah. Suasana nan khusyuk sangat terasa, diiringi semilir hawa dingin lereng gunung Ungaran.

 

Andhika Hedryawan

Facebooktwittertumblr