Posted in Kembang Gunung.



MENCAHAYA??






Majlisgugurgunung:: Lantas, Kemudian apakah yang akan bisa lakukan untuk mencahaya? Sedangkan jika dipilahkan mungkin kita lebih menjadi menggelelap daripada mencahaya Lebih sering menggelapkan daripada mencahayakan
Saudara,
Kita adalah cahaya yang tersembunyi dibalik gundukan jasad
Maka kita cahaya yang digelapkan
Bukan cahaya menjadi gelap
Namun cahaya tertimbun materi

Cahaya tetap akan menyeruak keluar
Namun seiring ingin menyeruak maka ada gundukan materi baru yang ditimbunkan, timbunan abu dan sekam sisa dari api keinginan diri yang menyala-nyala setiap waktu Semakin hari materi semakin menumpuk
Cahaya di dalam semakin tak menemukan celahnya
Maka yang tampak adalah materi semata
Makhluk benda tanpa cahaya
Gelap gulita dan pekat
Karena cahaya sudah disangka seperti lampu yang menyala
Atau seperti bulan di kala malam atau seperti pantat kunang-kunang
Sehingga rupa cahaya bisa dijelaskan sebagai kasat mata
Padahal cahaya kasat mata hanya perumpamaan cahaya
Untuk mempermudah manusia belajar melalui netranya
Maka susah untuk menjumpai cahaya dari batu hitam
Kesulitan menemukan cahaya dari rintih lirih atau gelegar suara
Tak menjangkau cahaya yang dihadirkan tanah, tembikar, kendi, genteng bahkan kreweng Terhambat pertemuannya kepada cahaya yang dihadirkan kotoran yang lembek dan bau Lari menjauh dan jijik pada banyak cahaya yang disembunyikan dari berbagai benda terindra
Memang kita gelap gulita, tapi kita bisa mencahaya dengan tidak menjebak kegelapan sebagai penguasa disebabkan kita nikmat menghamba dengan menjadi materi saja. Seperti halnya lampu yang mahal dan indah sekalipun jika tak bisa menyala mencahaya ia tak lebih berharga dari sapu lidi yang menyingkirkan ketidakteraturan agar bersih dan teratur.
Lampu meskipun tak menghadirkan gelap namun menambah gelap karena menambah gulana dan menyulitkan suasana. Sedangkan sapu lidi yang usang, ia mencahayakan bukan karena ia bersinar dan mengeluarkan cahaya. Namun karena hadirnya bermanfaat, menggembirakan, dan menata ketidakteraturan
Cahaya sesungguhnya bukan hanya untuk hidangan mata
Namun juga untuk telinga
Untuk kulit dan lidah
Untuk penciuman pula
Ia berposisi mencerahkan, menghamba, dan tak terjebak benda
Sebab ia hidangan hati, suguhan jiwa, persentuhan Suksma .
Ungaran, 7 Spetember 2016 | 5 Dzulhijjah 1437 H
Facebooktwittertumblr