Majlisgugurgunung:: 8 jenis manusia penjaga martabat kehidupan. Ketika hajat kehidupan manusia masih dibangun dengan kesadaran martabat, 8 jenis manusia ini selalu dicari untuk menjadi pilar-pilar pertahanan nilai masyarakat. Dengan gembira, majlis gugurgunung akan mengupas 8 jenis manusia ini di edisi bulan November ini tanggal 26 november 2016. Semoga bisa menjadi urunan pepemut untuk menggali lagi tradisi yang perlu menjadi rujukan untuk melanjutkan nilai dan kemartabatannya.
Category Archives: Mukadimah
Mukadimah
Peran Imajiner
Dewata Wanna be
Jika ada sebuah jaman dimana masyarakatnya dipenuhi gairah perubahan nan besar, itulah jaman dimana sesungguhnya masing-masing pihak sangat paham secara bawah sadar keterpurukannya. Namun, masing-masing pihak lantas berlomba-lomba menisbatkan diri sebagai pihak paling kredibel dalam mrantasi berbagai keterpurukan. Dan, masing-masing pihak akan saling membuktikan diri, siapa sesungguhnya yang paling Dewata. Politik – Agama – Ekonomi – Ideologi – Kekuatan Militer – Sosial Budaya – Entertainment – Media Massa – Sains, dll, Masing-masing bagaikan Dewa-Dewa yang hendak menjawab carut marut keadaan.
Agama , yang seharusnya tidak patut ikut berderet di sana pun ikut menjadi peserta Dewata Wanna be (keinginan menjadi Dewa). Karena agama masih belum benar-benar ditangkap oleh pemeluknya sebagai karunia informasi yang sesungguhnya meng-atas-i apa-apa yang ada di bumi.Continue reading
Dimana Langit dipijak, DisituBumiDijunjung
Mukadimah Majlis Gugur Gunung
Edisi 24 September 2016
Dimana Langit dipijak, Disitu Bumi Dijunjung
Sebuah kata mutiara yang dibalik. Dengankondisi model dancarahidup yang sudahbanyakterbalik, tampak kata-kata mutiara akan menjadi kehilangan makna kecuali jika dibalik. Masyarakat kita sebelumnya sangat menjunjung tata karma, dan menghormati kebudayaan oranglain dimana ia bertempat. Masyarakat kita telah mampu mengalahkan atau menggerus atau menggugurkan identitas pribadinya untuk bisa menyatu dengan lingkungan baru yang ia tinggali.
Namun sekarang, fenomenanya justru tidak seperti itu. Ada keinginan yang begitu kuat untuk tampil, tampak di permukaan, kondang dengan cara apapun. Baik dengan prestasi maupun dengan minus prestasi. Bagaimana caranya dimanapun berada untuk menampilkan diri. Semakin controversial semakin baik karena imbasnya sama, terkenal atau menjadi viral. Banyak istilah untuk menjembatani sikap individualistic sepertiitu, seperti : jadilah dirisendiri/be yourself, narsis, selfie, sosialita … Beberapa bagian idiom mengandung anjuran yang positif namun yang pasti, baik itu anjuran positif maupun negative akan memiliki dampak distorsi.Continue reading
Sukun
Majlis Gugurgunung #MGG0816.
Mukadimah Majlis Gugurgunung Sabtu malam Minggu 27 Agustus 2016
“SUKUN” Berawal dari sebuah sajian buah sukun kukus yang begitu nikmat, tiba-tiba mendorong hati untuk menelusuri kandungan hikam pada buah kaya kegunaan dan khasiat tersebut.
Kenapa dinamakan SUKUN? Apakah gabungan dari Su dan Kun? atau Dari Suku dan Nun? Dimana Nun memuai menjadi sekian rentang makna yang tidak lepas dari unsur Nur. Apapun itu diharapkan pembahasan tentang Sukun bukan pembahasan tentang makanan dan kandungan gizi lahiriahnya semata. Ini adalah eksperimen bahasan apakah benar dengan sebuah tema sederhana yang berkecenderungan lintas-lalu tetap akan menyambung kepada terbukanya pengertian dan pemaknaan baru yang berguna bagi tertuntunnya langkah.
Kehangatan menghasilkan energi. Energi cinta dihadirkan melalui kehangatan sajian. Kehangatan yang disajikan dengan keikhlasan dan ketulusan ikatan kekeluargaan. Majlis Gugur Gunung edisi Agustus menyajikan kehangatan melalui tema “Sukun”. Buah Sukun yang nikmat menambah rasa syukur dibarengi dengan hangatnya olahan buah Sukun. Disajikan dengan digoreng maupun direbus, Sukun cukup populer sebagai sajian yang nikmat ketika disantap saat hangat. Continue reading
Maskumambang Mijil (Jabang Bayi Lahir)
Majlisgugurgunung:: Ketika yang bathin dihadirkan ke alam yang sebuah keberadaaan dianggap absah jika terkonfirmasi panca indera maka ia disebut lahir. Sehingga pada saat masih ada yang belum terkonfirmasi secara inderawi bisa dianggap belum ada, tidak ada, atau tidak pernah ada. Dengan demikian keberadaan, di alam ini sangat sederhana yakni terindera atau tidak. Maka segala hal jika ingin dianggap ada, perlu ditampakkan agar bisa abash sebab telah dilegitimasi oleh salah satu atau semua Pancaindera. Alam bathin adalah bentuk yang meskipun utuh tapi masih dikandung. Sebuah permohonan maaf meskipun sudah sangat tulus dan ingin, selama masih belum diucapkan masih merupakan permohonan maaf yang bathin.
Pada tahapan berikutnya, justru tidak semuanya harus dilahirkan. Tidak semuanya pantas untuk dipertontonkan. Oleh sebab itu ada aurat dimana aurat sangat dianjurkan untuk ditutupi. Seakan-akan ada pesan yang tergaung bahwa aurat itu mengundang syahwat.Continue reading



