spontanitas

spontanitasMukadimmah: spontanitas

Spontanitas, kata yang nampak sederhana namun justru sulit ketika dimaknai lebih dalam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  arti spontan : /spon·tan/ adalah serta merta, tanpa dipikir, atau tanpa direncanakan lebih dulu; melakukan sesuatu karena dorongan hati, tidak karena anjuran dan sebagainya.

Apakah merupakan respon atas stimulus yang perangainya “Seperti” gerakan bawah sadar, karena mungkin seperti tidak berhitung dalam ruang polaritas?Continue reading

Gelaran Kesanggupan

Gelaran Kesanggupan

Gelaran Kesanggupan

Gelaran kesanggupan memiliki banyak makna. Salah satunya ialah sanggup tergelar seperti tikar /kloso (iklaso).

Tikar Pandan atau Kloso Pandan ini cara pembuatannya adalah dianyam atau disulam dari sekian banyak sobekan atau helai pandan dalam ukuran tertentu. Tentunya memiliki pola sangat rumit dan membutuhkan ketelitian, ketelatenan, kesabaran dan kesanggupan.

Berpindahnya tempat berkumpul dari Qomaru Fuadi ke tempat yang baru mengajarkan tentang beberapa hal. Mengingat tema besar majlis gugurgunung tahun ini adalah pamomongan. Jika ada hal yang membantu kita makin dewasa sebaiknya jangan bersikap sebagai kanak-kanak. Meskipun hal tersebut hadir dengan kemasan yang tidak mengenakkan. Posisi ngemong kahanan tetap diutamakan.Continue reading

Mendirikan Hidup Sejati (Tandur Kusumo Jati Wijoyo)

Bulan ini adalah pertemuan kembali setelah 2 periode gugurgunung tidak mengadakan majlisan rutin. Yakni bulan Februari dan Maret gugurgunung melebur bertepatan dengan tanggal 25 sebagai kegiatan rutin Gambang Syafaat. Demi memendam kerinduan yang mendalam, tidak tanggung-tanggung bulan ini gugurgunug menerbitkan 3 poster dengan judul dan tema yang sama hasil kreasi keluarga gugurgunung. Ini adalah impresi untuk berkontribusi dari beberapa pihak dengan menyumbangkan kreatifitas seninya untuk majlis. Seolah-olah 3 poster ini sebagai ganti 2 poster pada bulan sebelumnya yang memang tidak terbit.  Klik link berikut untuk melihat Poster mendirikan Hidup Sejati.

Apakah yang dimaksud dengankehidupan yang sejati?Apakahmaksud dari paham akan sejarah kehidupan itu sendiri atau sangkan paran kehidupan?

Ada beberapa komponen yang perlu ada dan dibina sebagai kesadaran antara lain:

  1. Kesadaran tentang siapa diri kita
  2. Kesadaran tentang asal kita (Sangkan/Minallah)
  3. Kesadaran tentang Tujuan kita (Paran/Ilallah)

Manusia yang paham akan asal dan tujuan.Continue reading

Wismo (Cumawis lan Momot)

Wismo (Cumawis lan Momot)

Wismo (Cumawis lan Momot)

Majlisgugurgunung:: Wismo (dibaca dalam ejaan jawa) atau omah (rumah) sudah menjadi kebutuhan primer bahkan menjadi impian oleh setiap orang tentunya.

Membangun wisma tentunya tidak mudah, diperlukan daya dan upaya baik tenaga maupun biaya. Namun disini kita tidak sedang mengulas bagaimana membangun omah dengan biaya yang murah Efektif, efisien, durabble bahkan tahan gempa. Tetapi disini kita akan mencoba membangun diri kita sebagai wismo ( cumawis lan momot) yang memposisikan dan mempersiapan jiwa dan diri kita sebagai wismo.Continue reading

Kembul Malaikatan

 

kembul Malaikatan

Kembul Malaikatan

Sudah kembali memasuki bulan Desember dengan demikian usia perjalanan Majlis gugurgunung telah hampir 2 tahun. Seperti sebelumnya, setiap bulan Desember adalah bulan dimana majlis lebih menggunakannya sebagai refleksi dan rekreasi dengan istilah “Tancep Kayon”.

Dalam pagelaran wayang kulit, tancep kayon merupakan penanda dipungkasinya pagelaran. Demikian halnya yang diterapkan di gugurgunung. Setiap satu tahun adalah sebuah pagelaran, gelaran kisah yang kita semua memerankan sebagai salah satu tokohnya. Istilah Tancep kayon bisa juga diartikan : “Menancapkan Hidup” / “Menegaskan koordinat hidup” / “Meneguhkan jalan yang menegakkan”. Sehingga, sebelum memasuki lahir kembali atau tidak di bulan Januari, perlu ada proses evaluasi dan menengok sejenak ke belakang terhadap apa yang mungkin kita lupakan atau bahkan abaikan karena terlalu asyik melangkahkan kaki ke depan. Sementara sesungguhnya yang kita abaiakan atau kita lupakan itu justru seharusnya yang harus diingat. Untuk tetap mengingat niat, sejarah, cita-cita, proyeksi langkah, dlsb. Apakah kita masih menjadi bagian dari cita-cita murni masa silam atau ternyata telah terputus tanpa sadar? karena langkah yang sedang dilakukan berangsur telah beralih menjadi langkah untuk memperjalankan kepentingan pribadi nan keruh, yang mana kekeruhan ini berhasil menterlenakan cita-cita mula yang murni. Untuk tetap tidak lupa pada sejarah, pada cita-cita perjalanan, pada bagian mana yang tetap harus bertahan dan pada bagian mana yang bisa terus terbarukan.Continue reading