Songolasan Majlis Gugurgunung Maret 2017

Rutinitas Majlis gugurgunung salah satunya ialah songolasan. Dimana selalu berpindah-pindah tempat sesuai kesepakatan sedulur-sedulur gugurgunung. Dan malam ini bertempat di kediaman Mas Didit di Jl. bulu stalan gang 3B timur no 326A.

songolasan majlis gugur gunung

Suasana songolasan yang hangat dan riang di kediaman Mas Didit

Songolasan dimulai tepat pukul 21.00 WIB dibuka oleh Mas Dian selaku moderator dan dilanjutkan do’a dan wasilah oleh Mas Amri serta Munajat maiyah oleh Mas Jion. Topik yang menjadi pembahasan kali ini ialah tentang klarifikasi grup Whatsapp. Usai grup Wismo Gugur Gunung dibubarkan, akan dibentuk lagi grup baru untuk lebih mengembangkan jalannya diskusi didalamnya.Continue reading

Songolasan Majlis Gugur Gunung Februari 2017

Majlisgugurgunung:: Songolasan merupakan rutinitas majlis gugur gunung setiap bulan pada tanggal 19 atau dijatuhkan sekitar tangal 19 penanggalan masehi. Pertemuan yang dimaksudkan untuk lebih mempererat tali persaudaraan serta untuk menggodog tema yang akan dibahas pada ruitinan majlis gugur gunung di malam minggu terakhir. songolasan dibuka oleh Mas Norman yang kemudian dilanjutkan oleh Mas Jion untuk memimpin munajat maiyah.

pembacaan munajat maiyah yang dipimpin Mas jion

pembacaan munajat maiyah yang dipimpin Mas jion

Berawal dari puisi dari Mas Agus yang berjudul “Negeri Daun” yang langsung direspon oleh sedulur sedulur yang hadir. Negeri daun ini mengingatkan Mas Norman tentang tema “Hasta Janma” pada gugur gunung bulan januari lalu. Beberapa hari yang lalu Mas Norman mendapati fenomena tentang daun yang jatuh. Daun tersebut berwarna kuning yang bisa diartikan Kuning sebagai laku wening. pada saat daun berwarna hijau maka akan menyerap cahaya. Lalu berubah menjadi kuning dan akhirnya jatuh/mupus yang diartikannya sebagai menghilangkan diri dan menyatu kembali dengan pencipta.Continue reading

Warung Museum Garuda

Majlis Gugur Gunung kembali melakukan perjalanan menganyam paseduluran. Tujuan pertama kali ini adalah warung museum garuda yang terletak di kota Yogyakarta. Warung yang digagas oleh Pak Nanang Garuda ini berisi banyak hal tentang garuda dan barang-barang yang bersifat nasionalisme tinggi. Wadyo bolo Gugur Gunung tiba di sini sekitar pukul 23.00 WIB.

pintu masuk menuju Rumah Garuda

pintu masuk menuju Rumah Garuda

Continue reading

Karangrandu Pecangaan Jepara

Majlis alternatif karangrandu terdiri dari berbagai latar belakang. Hingga mempunyai kesamaan ide dan pemahaman terhadap Maiyah.

Mas Agus Wibowo menyampaikan beberapa hal, berkaitan dengan mati lampu, kebetulan pada saat sesi perkenalan penggiat Majlis Maiyah Gugur Gunung, listrik sempat padam beberapa saat. Bahagia atas Mati lampu, karena dengan adanya kegelapan, membuat untuk semakin merapat untuk memperoleh cahaya.

karang randu pecangaan jepara

Cahaya lampu minyak, yang terpendar dan mencorong. Mas patmo yang mempunyai gagasan untuk silaturahmi dengan sedulur2 karangrandu. Hal ini kemudian, diisyaratkan dengan mimpi Mas Agus Wibowo yang mengisahkan dalam mimpi tersebut, seakan-akan dirinya datang berkunjung, kemudian ngopi dan melihat suatu pertunjukan yang dihadiri Sahan. Bukan sekedar mimpi yang kebanyakan orang kemudian menafsirkan bahwa mimpi adalah kembange wong turu (kembangnya orang tidur). Mimpi tersebut masih diingat hingga bangun tidur dan bisa dimaknai bahwa hal itu merupakan pepiling. Pepiling yang mengandung kelangenan dan kekangenan, ini termasuk cumawis dan momot. Wismo salah satu bahasan di majlis gugur gunung edisi 28 Januari 2017.Continue reading

Wismo

Majlisgugurgunung:: Malam ini tanggal 28 Januari 2016 yang juga malam terakhir di bulan ini seperti biasa Majlis Gugur Gunung mengadakan pertemuan rutin, yang mana malam ini bertemakan; Wismo (cumawis lan momot). Dimana wismo (bahasa Indonesia : rumah) yang dimaksud disini bukan berwujudkan bangunan secara jasadiah. Namun lebih kepada membangun wismo di dalam wujud rohani dengan metode wirogo, wiromo dan juga wiroso. Bertempat di taman bermain Qomaru Fuady, mBalongsari Ungaran Kab. Semarang. Dimulai pukul 21.40 WIB dengan pembacaan do’a wasilah dan Munajat Maiyah yang dipimpin oleh Mas Tyo hingga membuat suasana semakin khusyuk.

Mas Norman memulai dengan memberikan sebuah prolog,untuk dapat memantik pertanyaan-pertanyaan dari sedulur-sedulur yang hadir. Dimana tema ini muncul pada saat acara songolasan yang bertempat di kediaman Mas Hernowo. Dimana Gugur Gunung disini dapat berfungsi sebagai “rumah” atau wismo tadi. Terdapat tiga poin penting didalamnya, yaitu wirogo, wiromo, dan wiroso yang ada dalam individu masing-masing dengan cara menampung dengan filternya masing-masing untuk mencapai golnya yakni Jannatul Maiyah. Dengan membangun Baiti Jannati maka membat semakin mengenal Allah dan mengerti tentang tamannya taman surga dalam konteks jamak atau dengan cara minimal membangun tamannya masing-masing untuk nantinya bisa berkebun bersama di Jannatul Maiyah.

Berikutnya Mas Hajir yang baru kali pertama merapat diberikan kesempatan untuk perkenalan dahulu untuk lebih mempererat paseduluran. Karena Mas Hajir pernah melihat sendiri bahwa ada forum-forum sejenis seperti ini namun kurang mengutamakan kebersamaan. Yang ada hanyalah saling mengalahkan, dan hanya mencari kebesaran namanya saja. Dan melupakan hal yang paling penting yakni persaudaraan atau kebersamaan. Usai perkenalan Mas Hajir sedikit menanggapi tentang tema malam ini. Dimana rumah yang baik bukan hanya dilihat fisiknya yang mewah namun lebih kepada rasa yang menentramkan. Yang menurut Mas Hajir rasa ketentraman ini terdapat pada sosok seorang istri. Sehingga rumah tidak akan terasa rumah tanpa kehadiran seorang istri di dalamnya.Continue reading