Mukadimah: Serat Pamomongan – sesolah, sesulih, sesuluh

“Serat Pamomongan”
sesolah, sesulih, sesuluh

Pamomongan :

Sedikit remind, Pamomongan merupakan tema besar untuk perjalanan MGG pada tahun 2017, tema tersebut awalnya diusulkan oleh Mas Jion kemudian disetujui oleh Mas Agus dan disepakati oleh seluruh keluarga Majlis Gugurgunung. Ini berarti seluruh sub tema yang akan diusung pada acara rutinan Majlis Gugurgunung pada tiap bulannya mengandung esensi Kepamomongan.

Ini sudah menginjak bulan ke 12. Seperti sebelumnya, Majlis Gugurgunung mempunyai tradisi Tancep Kayon pada akhir tahun. Alhamdulillah tema demi tema pada tiap bulannya dapat tersaji kan dan terdiskusikan dengan baik. Kami meyakini, ini terjadi salahsatunya karena adanya peran Pamomongan pada masing masing personal Keluarga Majlis Gugurgunung, meliputi Kepamomongan terhadap kahanan, waktu, kesibukan, realitas dan fenomena, ego, Fikiran, dll. Bagi kami ini adalah pencapaian yang harus kami syukuri, dan fenomena yang menarik tersebut sangat sayang untuk terlewatkan begitu saja. Untuk itu, kami mencoba mengevaluasi, mbundeli, mensuratkan apa yang tersirat dari serangkaian tema satu tahun ini menjadi “Serat Pamomongan”, yang juga kita angkat sebagai Tema pada momentum penting Tancep Kayon.

Bungah Sumringah Mbangun Katresnan

Sabtu, 4 November 2017 adalah hari yang mengharu biru buat teman-teman JM SP. Betapa tidak, SP yang kegiatannya hanya itu-itu saja di_silaturahim_i oleh JM Gugurgunung Ungaran Semarang yang dinahkodai oleh Mas Agus Wibowo. Mereka menyempatkan diri dan mengorbankan waktu sebelum menghadiri Pengajian Padang Mbulan di Menturo-Jombang.

Tengah malam, beliau WA saya dan saya baru melihat dan membaca di pagi hari kalau beliau dan teman-teman Gugurgunung akan mampir ke rumah.

Pagi itu juga saya koordinasi dengan teman-teman SP melalui chat pribadi maupun WAG. Selama 30 menit tidak ada yang merespon, dan saya memahami karena di pagi hari aktivitas mereka begitu padat. Ada yang pergi ke pasar, menyiapkan anak berangkat sekolah, serta aktivitas-aktivitas yang menyita waktu lainnya.

Beberapa menit kemudian ada yang merespon. Koordinasi pertama yang kami lakukan adalah soal lokasi tempat. Dan yang paling representatif yaitu di tempat Cak Taufik, karena ruangannya luas semacam aula di lantai dua dan dekat dengan toilet. Ternyata Cak Taufik sedang perjalanan ke Banyuwangi. Akhirnya Cak Rohim menyediakan diri untuk rumahnya ditempati. Alhamdulillah…

Point kedua yaitu, siapa yang akan menemani mereka? Saya sendiri hari Sabtu masih harus bekerja setengah hari. Akhirnya Cak Hasan siap menemani sampai jam 9:30 karena harus ke Jombang. Cak Rohim dan Cak Irul siap sepanjang hari menemani serta Cak Sule yang juga tidak ketinggalan ikut menyambut mereka, meski kemudian di siang hari mendadak ijin karena ada kerabat (Pak De istrinya) yang meninggal dunia.

Tugas pun segera dibagi, siapa yang pergi ke pasar, siapa yang menyiapkan sarapan, dan siapa yang stand by di Cak Rohim. Saya sendiri memonitor perjalanan rombongan sambil kontrol aktivitas teman-teman di rumah Cak Rohim melalui WAG, dan tak terasa jam masuk kerja sudah lewat sehingga nunggu sebentar di depan gerbang pabrik karena kalau hari Sabtu ada semacam briefing dulu.

Setelah masuk pabrik, saya masih fokus ke persiapan teman-teman dan posisi update tamu, sambil melakukan aktivitas pekerjaan. Dan tak lama kemudian, tamu sudah tiba di rumah Cak Rohim jam 9:20, sementara saya masih berkutat dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Sekitar hampir setengah jam kemudian, saya baru bisa merapat setelah mem-pending pekerjaan yang bisa saya lakukan di siang hari.

Sambutan hangat sedulur SP menyambut kedatangan dulur-dulur GG

Alhamdulillah, saya dipertemukan pertama kalinya dengan Mas Kasno dan mas-mas lainnya yang kemudian saya ketahui bernama Mas Bayu, Mas Tri, Mas Didit, dan Pak Zam serta anaknya Pak Zam. Kalau dengan Mas Agus dan Mas Sekjend (Patmoputro) sudah beberapa kali ketemu di Balongsari.Continue reading

MUKADIMAH: RE MIND ING

Majlisgugurgunung:: Reminding memiliki arti mengingat kembali. Pikiran dan akal merupakan ciri yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Namun apakah pikiran dan akal sendiri merupakan sebuah kesamaan?

Dzikir ataupun wirid yang hakikatnya ialah untuk senantiasa terus mengingatkan kembali. Wirid dalam arti lain merupakan terus melafalkan secara berulang-ulang, seperti halnya siklus dalam lelaku yang terus berulang. Oleh karena itu sangat diperlukan kehati-hatian untuk menjaga setiap langkah dengan senantiasa terus mengingat masa lalu, menimbang langkah saat ini yang dirangkai untuk membentuk masa depan. Hati-hati dalam berfikir karena fikiran akan jadi ucapan, ucapan akan menjadi perilaku dan perilaku akan menjadi sebuah peradaban.Continue reading

REPORTASE: TETES-AN BERKAH HIJRIAH

Pertemuan rutin Majlis Gugur Gunung yang rutin diadakan pada malam minggu terakhir ini pada bulan september jatuh pada tanggal 30 September 2017 dan bertempat di Art Cafe Ungaran. Kegiatan dimulai sekitar hampir pukul 10 malam. Bertepatan pula dengan hujan yang cukup deras dan dalam waktu yang cukup lama pula. Sehingga beberapa sedulur yang akan merapat harus berhenti berteduh sambil membaca sholawat karena berharap malam ini terdapat berkah yang berlimpah seperti halnya hujan yang berlimpah malam ini.

Kegiatan dimulai dengan dibuka oleh moderator yakni mas Dian lalu dilanjutkan wasilah dan munajat oleh mas Tyo. Kemudian mas Dian memberikan prolog seputar tema serta mukadimmah malam hari ini yakni “Tetes-an Berkah Hijriah”.Continue reading

Reportase: Silaturahim Majelis Gugurgunung ke Suluk Surakartan

Hari jumat tanggal 22 September 2017, Majelis Gugurgunung diundang untuk menghadiri kegiatan Maiyah Suluk Surakartan di Solo. Dibersamai juga dengan pak Budi Maryono yang berangan-angan berkeliling untuk menghadiahkan bacaan cerpennya di tiap-tiap simpul Maiyah. Ba’da Ashar beberapa sedulur Gugurgunung sudah ada yang merapat di tempat berkumpul yakni Art Cafe Ungaran. Mas Agus langsung mempersilahkan sedulur-sedulur untuk bersantap bersama terlebih dahulu sebelum menempuh perjalanan ke Solo. Usai sholat Maghrib berjama’ah langsung rombongan memasuki dua buah mobil yang akan digunakan untuk ngombyongi keluarga Maiyah di Solo ini yang notabene memang memiliki kedekatan dengan keluarga Gugurgunung.Continue reading