Posted in Artikel, Jadwal, Mukadimah.



Mukadimah: Gelaran Kesanggupan






Gelaran Kesanggupan

Gelaran Kesanggupan

Gelaran kesanggupan memiliki banyak makna. Salah satunya ialah sanggup tergelar seperti tikar /kloso (iklaso).

Tikar Pandan atau Kloso Pandan ini cara pembuatannya adalah dianyam atau disulam dari sekian banyak sobekan atau helai pandan dalam ukuran tertentu. Tentunya memiliki pola sangat rumit dan membutuhkan ketelitian, ketelatenan, kesabaran dan kesanggupan.

Berpindahnya tempat berkumpul dari Qomaru Fuadi ke tempat yang baru mengajarkan tentang beberapa hal. Mengingat tema besar majlis gugurgunung tahun ini adalah pamomongan. Jika ada hal yang membantu kita makin dewasa sebaiknya jangan bersikap sebagai kanak-kanak. Meskipun hal tersebut hadir dengan kemasan yang tidak mengenakkan. Posisi ngemong kahanan tetap diutamakan.

Ikhlas adalah hati yang selesai /tuntas (bahasa arab Kholash). Ikhlas itu tidak untuk dibahas dan diurai dalam olah kata dan rangkaan bahasa, ikhlas itu tuntutan sikap yang tergelar dalam rangkaian solah bawa, sehingga definisinya ada pada kualitas perilaku dan perjuangan.

Berarti ikhlas merupakan pemahaman internal dan pedoman hidup. Namun sedikit harapan yang muncul ke depannya adalah dapat menjadi implementatif dalam kehidupan.

Beberapa pertanyaan yang muncul ialah,

– Tikar apa yang sudah dan perlu kita lanjutkan pagelarannya untuk menyambut kehadiran Nusantara?

– Kesanggupan apa yang perlu kita latihkan dan wariskan kelak untuk anak turun yang bisa jadi bernama Nusantara itu?

Lalu, kesadaran mana yg kita upayakan? Terdapat dua pilihan yakni:

  1. Bersinergi dengan alam dimana terus berupaya membaca dalam konteks Iqro’ dan tadabbur
  2. Nggege mongso/ melawan pola

dua pilihan tersebut mempunyai dua dampak yg berbeda yakni “Lingkaran di dalam segitiga, dan lingkaran di luar segitiga”

Apa kira-kira yang sangat membantu generasi mendatang dapat memposisikan diri sebagai abdilah dan khalifah? Mereka memerlukan ilmu-ilmu pengelolaan, pamomongan, development berbasis fitratullah. Mengenali, Arofa, itulah yang harus kita selenggarakan terus sebagai cicilan ilmu yang mudah2an bisa menjadi warisan bermanfaat kepada anak turun. Mari belajar kepada tikar pandan, bersahaja, ramah lingkungan.

Silahkan hadir ngemong kesanggupan, silahkan hadir memperharum lingkaran, dan silahkan hadir menganyam kasih.

Facebooktwittertumblr