Posted in Artikel, Kembang Gunung.



IBLIS GOSIP NAPAK TILAS






majlisgugurgunung::“Replika keindahan ini aku desain menjadi beberapa tahap -Karena Nabi Adam adalah makhluk langit yang memiliki pengetahuan Tauhid luar biasa matang. Fitrah dan Bening, maka aku tidak mudah menggiringnya pada pandangan jasad.

Desainnya adalah merujuk pada keindahan langit ke enam. Langit anti polaritas. Mau tidak mau aku harus pengaruhi anak2nya yang lemah untuk menakar langkahnya dalam pertimbangan jasad. Kupilih yang telah ada di dalamnya perasaan kuat dan hebat maka modal utamaku untuk menambahi kekaburannya menjadi lancar. Dengan demikian aku punya persiapan menuntun pada langit lebih rendah.

– Kemudian diutus kepada kalian Nabi Ruhullah yang juga dibahterai Allah. Maka aku buat perumpamaan langit yang ke lima. Langit yang berisi kebijaksanaan dan cinta dalam sudut pandang kebijaksanaan. Resikonya adalah banyak yang melesat keilmuannya. Banyak yang mencapai prosesnya dengan gemilang dan tak lagi menjadi urusanku mengusiknya. Tapi banyak pula yang terjebak pada romantisme fatamorgana tentang linuwih, piniluwih, joyo kawijayan, dan mereka kandidat penting yang bisa membantuku nantinya. Setelah banjir besar, aku punya banyak pengikut yang ‘rela’ karena tidak pernah memiliki kerelaan menerima anjuran dan petuah suruhan Allah. Mereka akan membantuku menciptakan dunia dalam keindahan langit lebih rendah.

– Pada masa Nabi Ibrahim, aku lihat peluang besar kembali. Yakni kesempurnaan jasad. Kalian diberikan contoh bapak yang handal dalam me-manage dirinya. Namun hanya sedikit yang memiliki keberanian untuk menirunya. Memang itu aku pengaruhi, desainku adalah merusak keberanian kalian dengan berani dan lantang mengatakan “aku tidak takut” tapi keberanian itu jelas-jelas menutupi rasa takutnya. Itu seperti penegasan kosong seseorang yang kesepian, tak memiliki sahabat sejati dalam dirinya. Langit yang aku hadirkan adalah langit ke empat, langit kebijaksanaan dan cinta. Maka aku hanya punya tugas membuat modul-modul pancingan soal pengkhianatan dan kebencian.

– Berikutnya dalam selang waktu yang tidak jauh, hadir pula utusan-utusan lain dalam kurun waktu yang sejaman. Tapi Nabi Ismail yang akan aku sampaikan. Dia adalah sembelihan Allah. Maka rumusanku adalah mempengaruhinya dengan ancaman kengerian. Aku pengaruhi ibunya Nyai Hajar yang ternyata memang tertata ruhaninya. Aku coba juga pengaruhi bapaknya, malah aku ditimpuk batu. Asem. Bener-bener pilih tanding banget Nabi Kholilullah itu. Tapi peluangku tidak mati, aku masih punya target umat2 keminter dan dari mereka aku punya peluang menghadirkan langit ke tiga. Langit jasad.

– Umat bumi telah turun derajat ruhaninya. Aku makin ringan pekerjaan. Karakter langit jasad itu segala sesuatu yang batin coba dijasadkan. Disimbolkan lewat jasad. Tapi yang tak mau dan sudah kadung menikmati jasad dia akan susah menjumpai yang batin. Nabi kalian adalah Kalimullah, Nabi Musa. Betapa berat tugasnya, sebetulnya semua nabi ya berat tugasnya.Apalagi aku, aku ini bukan nabi, tapi ah sudahlah.. Aku tidak perlu pamer kehebatan di jaman ini. Kembali ke Nabi Musa. Dia harus berhadapan dengan kepekoan tingkat ruwet, kepekokan yang dijubahi kepandaian. Keblinger yang dimahkotai kekuasaan. Kedlarung yang disemati kisi-kisi pembisik yang terlatih. Dan mau tau gak _tapi jangan percaya_ sesungguhnya Firaun itu kandidat Nabi, kandidat kalimullah yang gagal karena tak tahan penderitaan. Makanya aku harus turun tangan menyeretnya ke laut karena dia juga punya warisan pandangan ruhani. Dia itu pernah ketemu sama Malaikat Jibril di dalam gua. Di situ ada perjanjian, ternyata Firaun yang merasa malu sebagai raja gagal memilih menjadi raja. Maka, sejak saat itu kejadian demi kejadian yang dilalui Nabi Kalimullah begitu panjang dan beragam. Apakah sudah sampai kepadamu kisah-kisah itu?

– Berikutnya adalah era utusan Allah yang Ruhullah. Ruhullah yang kedua. Sebagai penyampai cinta. Tapi aku telah sejak sebelumnya mempersiapkan dengan desain langit ke dua. Langit kedirian. Nabi Isa hadir seperti turun kepada binatang-binatang ternak. Untunglah dia hanya sebentar saja hadir. Mana tahan rinduku kutahan menyaksikan sepak terjang simbol manunggal itu berseliweran di hadapanku dengan penuh cinta. Aku bisa-bisa gagal menunaikan tugas sebab kehadiran Allah telah mulai mengetuk-ngetuk diriku yang dihinakan ini.

– Akhirnya sampailah pada kehadiran utusan Allah yang paripurna untuk kalian. Dialah Habibullah, aku tak akan banyak cerita. Tapi yang perlu kalian tau, utusan Allah kepadamu ini seperti hadir kepada sebagian besar manusia seperti makhluk-makhluk elementer. Manusia sekulitas ciptaan paling mendasar. Peteng ndedet. Tapi kalian mendapat utusan cahaya. Kau pikir jaman kegelapan itu hanya lokal di arab jaman jahiliyah itu? Bukan! Jaman kegelapan itu ya kalian semua itu sudah aku kungkung dalam kerangkeng jasad yang tebal. Jika bukan karena kelihaian Nabi Yasin yang Amanah, Tabligh, Siddiq, Fathonah, beliau juga ikhlas menanggung deritamu. Artinya derita kalian berada dalam tanggungan beliau, dan kamu tau? Aku tidak menyentuh hamba Allah yang ikhlas. Cerdik, cerdik.. Mana bisa aku melukai, kalianlah justru yang bisa melukai beliau. Maka sering-seringlah sholawat.”

10 12 12 – 11.00 – mbalongsari

Facebooktwittertumblr